Thursday, May 12, 2016

12 Tips Pengurusan Emosi yang Berkesan!

Kadang-kadang kita merasakan namanya emosi entah itu emosi positif ataupun negatif. Emosi negatif dapat berupa marah, benci dan sebagainya sedangkan emosi positif seperti gembira, bahagia bersemangat dan lain-lain. Akan tetapi bila kita tak boleh mengawal emosi baik itu emosi positif ataupun negatif tentu tidaklah baik.

Nah disitulah kita butuh yang namanya pengurusan emosi. Tapi apa sebenarnya pengurusan emosi itu? Dikutip dari friendship-uween.blogspot.co.id, pengurusan emosi merupakan pemprosesan emosi diri kita dalam menghadapi suatu masalah.

pengurusan emosi
bentuk-bentuk emosi (image: outplacing.com)

Pemprosesan emosi sangatlah penting bagi kita dalam menghadapi masalah, kerana dalam menghadapi masalah harus dengan emosi yang terkawal sepenuhnya. Bila kita lihat kebanyakan orang tak boleh mengawal emosi dalam menyelesaikan masalahnya.

Bila kita tak mengawal emosi semasa menyelesaikan masalah kadang-kadang masalah terseut bukannya selesai malah tambah rumit. Banyak kesusasteraan yang mengatakan bahawa mempunyai kecerdasan intelektual tidaklah cukup, tapi kita perlu mengimbanginya dengan kecerdasan emosional.

Bila dilihat ada 2 perkara utama dalam dalam kecerdasan emosi, iaitu mengenal pasti serta menguruskan emosi . Dengan menguruskan emosi yang baik kecerdasan emosi dat memberikan sumbangan terhadap kebahagian orang. Seorang ahli kecerdasan emosi Goleman menceritakan kisah menarik.

Penn seorang mahasiswa yang cemerlang serta kreatif, memenuhi syarat yang telah diterapkan oleh Yale Universuty. Masalah yang dihadapi Penn adalah ia berbangga akan keluarbiasaan dirinya. Kerana itu, seperti kata seorang profesor, pelajar ini "luar biasa sombong".

Walaupun Penn sangat hebat, ia tidak disukai orang lain, terutama oleh orang yang harus bekerja sama dengannya. Walaupun demikian, nilainya sungguh luar biasa dalam ujian bertulis. Setalah ia lulus, dia diincar oleh banyak syarikat.

Syarikat bonafit dalam bidang berkaitan menawarinya wawancara agar bekerja, ia merupakan orang terbaik bila dilihat dari resume. Akan tetapi kerana keangkuhannya hanya satu syarikat yang menawarinya pekerjaan untuk Penn. Itupun hanya perusahan kelas dua.

Matt merupakan seorang mahasiswa Yale lain yang sejurusan dengan Penn, bila dilihat akademiknya tidak begitu gemilang. Akan tetapi ia pandai untuk bergaul sehingga disukai oleh orang yang bekerjasama dengannya.

Sesudah lulus, Matt diterima bekerja oleh tujuh daripada lapan syarikat hebat yang mewawancarainya. Matt terus berjaya dalam bidangnya, sementara Penn dipecat walaupun baru bekerja selama dua tahun bekerja di perusahaan yang pertama kali menerimanya.peluang usaha


Matt punya kecerdasan emosi sedangkan Penn tidak (Goleman, Warking, hal.22).

Bila kita mengambil hikmah dari cerita tersebut bahwasannya untuk mencapai kejayaan bukan hanya memerlukan kecerdasan intelektual sahaja, ia juga memerlukan pengurusan emosi yang baik. Tapi bukan bererti kecerdasan intelektual tidaklah penting.

Artikel Berkaitan: Cara Menyusun Potensi Diri
Masalahnya adalah bagaimana kita bergantung akan kecerdasan intelektual yang kita punya. Semakin kita hanya bergantung kepada kecerdasan intelektual saja serta mengabaikan kecerdasan emosi maka dapat dipastikan kita akan jauh dari kejayaan.

Maka kita harus memberikan porsi yang seimbang antara kecerdasan intelek dengan kecerdasan emosi atau bahkan mengedepankan kecerdasan emosi. Ini kerana kecerdasan emosi akan memberi jalan kepada kejayaan.

Kejayaan seseorang bukan sahaja faktor dari indeks prestasi (IP) bahkan predikat lulusan terbaik dari segi akademik. Tapi mereka yang punya kawalan diri, motivasi diri, tak gampang emosi, sabar, inisiatif, akan mempunyai peluang lebih besar untuk mencapi kejayaan dan bahagia lebih mudah.

Artikel Berkaitan: 44 Idea Peluang Usaha Online Modal Kecil yang Boleh Dikerjakan dari Rumah
Bila kita lihat banyak sekali orang yang belum dapat memanajemen emosi mereka. Terdapat beberapa ciri orang yang belum mampu mengawal emosinya.

Berkata keras serta kasar kepda orang lain
Marah serta meruasak barangan di sekitarnya
Ringan tangan kepada orang lain
Melakukan tindak jenayah
Melarikan diri dengan memakai narkoba, minuman keras, pergaulan bebas dan sebagainya.
Menangis serta larut dalam kekesalan yang mendala, dan masih banyak lagi cirinya
Terus bagaimana caranya agar boleh memanajemen emosi. Terdapat beberapa cara untuk me- manage emosi kita, diantaranya:

1. Rasakan yang Orang Lain Rasakan
Ini seperti halnya empati. Bayangkan saja saat marah kepada orang lain, lalu bayangkan kita ada diposisi mereka yang dimarahi. Bagaimana rasanya? Tapi kalau marah yang sifatnya mendidik tak masalah, yang menjadi masalah kalau sudah membabi buta tentu sakitnya tuh disini.

2. Tenangkan Hati di Tempat yang Selesa
Apabila kita marah alihkan perhatian kita pada sesuatu yang paling kita suka serta lupakan yang berlaku. Carilah tempat yang sesuai untuk menenangkan diri. Bila emosi kita memuncak mungkin kita butuh refreshing untuk menyegarkan diri.

3. Mencari Kesibukan yang Disukai
Agar kita dapat meredakan emosi kita yang telah memuncak kita memerlukan suatu pengalihan untk kemarahan kita dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita melupakan kemarahan kita.

4. Curhat Kepada Orang Lain yang Dipercayai
Ceritakan segala sesuatu yang membebankan fikiran kita, mungkin dengan bercerita kepda orang lain boleh meringankan dan mengurangkan beban hati kita. Tapi ingat curhatlah kepada orang yang dipercayai agar curhatan kita tak merebak kepada oarng yang tak diingini.cara membuat email


5. Mencari Punca dan Mencari Penyelesaian
Setelah fikiran kita tenang, mulailah mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk meneyelesaikannya. Untuk lebih memudahkan kita carilah Bulpen dan secarik kertas, tulislah masalah kita beserta apa saja jalan keluarnya. Pilih jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya.

6. Ingin Menjadi Orang Baik
Bila kita sering nonton tv orang baik adalah orang yang ketika marah tetap tenang, terus ke pokok permasalahan, tidak menyakiti orang lain, serta mencari jalan terbaik. Setiap orang pastilah ingin dipandang sebagai orang baik.

7. Cuek dan Melupakan Masalah yang Ada
Ketika kita marah dan kita sedar sedang marah cubalah bersikap masa bodoh dengan semua kemarahan kita. Ubahlah kemarahan kita menjadi sesuatu yang penting bagi kita atau dengan kata lain salurkan kemarahan kita dengan hal yang positif.

Baca Juga: Tips Pengurusan Masa yang Berkesan!

8. Berfikir Rasional Sebelum Bertindak
Sebelum kita marah kepada orang lain cubalah kita berfikir dua kali sama ada masalah tersebut membuat kita layak untuk memarahi orang lain dengan emosi yang berlebihan.

Kadang-kadang ada orang yang hanya beradu pandang dengan orang lain secara langsung memancing amarahnya dan menegur dengan cara yang mengundang pertikaian. Padahal bila kita lihat itu hanyalah masalah remeh saja, Elakkan membesar-besarkan masalah yang remeh.siklus akuntansi


9. Kepelbagaian Tujuan, Cita-Cita dan Impian Hidup
Semakin banyak cita-cita dan impian kita maka kita akan sibuk dengan urusan untuk mencapainya, tetapkan impian kita setinggi mungkin akan tetapi masih realistik untuk dicapai bila kita berusah keras.

Hal itu akan membuat perkara yang remeh-temeh tidak akan menjadi penting kerana kta sibuk untuk meraih impian kita. Mengikuti hawa nafsu hanya akan membuang masa kita yang amat berharga.

10. Kawal Emosi dan Jangan Mau Diperbudak Amarah
Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang disekar kita merasa tak nyaman sudah tentu sangat tidak baik. Hal itu mengakibatkan kehidupan sosialnya akan buruk. Ikrarkan pada diri kita agar tak mudah marah.

Acuh tak acuh saja terhadap sesuatu yang tak penting. Anggaplah kemarahan yang tak terkawal adalah musuh terbesar bagi kita bila perlu kita minta bantuan untuk mengatasinya.

11. Jangan Membalas Api dengan Api
Untuk meredam kemarahan dari orang lain kita tak perlu menggunakan emosi, hal ini dimaksudkan agar permasalah tidak menjadi semakin rumit. Kita hanya perlu mendengar apa yang ingin disampaikan dan jangan banyak bertindak balas.

Tenang, jangan banyak hiraukan dan masukkan kedalam hati kita apa yang dikatakan orang marah. Kita hanya perlu mengambil intinya saja, selebihnya kita buang agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban fikiran kita.pengertian akuntansi


12. Segera Meminta Maaf Dengan Cara yang Baik
Bila marahnya akibat perbuatan kita maka kalau bukan kesalah kita jelaskan kepadanya dengan baik. Tapi bila itu memang kesalahan kita segeralah kita meminta maaf dan selesaikan dengan baik penuh dengan kesabran an ketenangan dalam mengatasi samua kemarahannya.

Demikian penjelasan tentang pengurusan emos i, semoga kita dapat mengambil pelajarannya sehingga kita mengawal emosi kita. Kerana emosi hanya membuang tenaga serta masa kita sahaja. Sekian dan terima kasih sampai jumpa di artikel selanjutnya